Selasa, Maret 28, 2023

TOLAK TIMNAS ISRAEL!


Masih soal Pildun U-20 yang konon terancam batal digelar di Indonesia.

๐ŸตBelain bangsa lain (๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ) sampai tega ngorbanin anak bangsa (๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ)!

๐Ÿง”‍♂️ Lah kamu juga kan belain ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฑ?

๐Ÿ’ Banyak bacot Lu, tolol. Jangan campurkan politik dengan sepak bola!

๐Ÿง”‍♂️ Eh kutil ๐Ÿท, FIFA juga campurin sepakbola sama kaum ๐Ÿณ️‍๐ŸŒˆ ๐Ÿ˜‚

๐Ÿท Jangan cuma kritik kasih solusi dong bgsd!

๐Ÿง”‍♂️ Boa edan, ada orang-orang yang dapet duit dari bola, mereka dong yang kasih solusi. Masa minta solusi ke netizen? ๐Ÿคฃ

Disclaimer:
Di Indonesia seperti ini realitasnya, solusi gratis diharapkan datang dari pengkritik bukan dari mereka yang wajib cari solusi dan dapat upah dari situ.

Padahal solusinya FIFA tinggal lakukan sanksi bagi ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฑ, seperti yang mereka lakukan pada Russia di Pildun 2022.

Bagi Indonesia menolak kehadiran ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฑ adalah sesuai dengan amanah UUD 45, sesuai konstitusi negara yang harusnya dihormati FIFA.

Qatar yang menolak kehadiran kaum ๐Ÿณ️‍๐ŸŒˆ dan simbol-simbolnya sebagai perwujudan konstitusinya, tidak disanksi FIFA. Bahkan perhelatan Pildun 2022 jadi perhelatan terbaik sepanjang masa.

Rumor lain:
Kemungkinan semua venue belum sesuai standar FIFA hingga target waktu yang ditentukan. Hingga ada pihak-pihak yang memanfaatkan penolakan terhadap timnas ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฑ untuk menutupi kebobrokannya.

Bila Indonesia di-banned, apakah akan rugi? Seharusnya tidak rugi-rugi amat karena liga lokal masih bisa berjalan dengan sistem sendiri.

Tak ada pemain asing, jadi bisa memaksimalkan potensi pemain lokal dan menyiapkan sistem yang lebih baik, yang melahirkan pemain-pemain unggulan saat sanksi FIFA selesai.

Enggak perlu cari pemain naturalisasi yang biasanya lebih sering merepotkan dan merugikan mereka sendiri.

Enggak perlu repot dengan pertandingan Internasional. Toh di Piala AFF yang sebetulnya turnamen kelas Tarkam se-Asia Tenggara aja, paling bagus kita cuma dapat runner up.

#TolakTimnasIsrael ๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ


Ricky N. Sastramihardja

Jumat, Maret 17, 2023

PERSIB TIDAK LAHIR DI TAHUN 1933, TAPI TAHUN...

 




Persib Bandung ternyata tidaklah dilahirkan tahun 1933! Itu adalah hasil diskusi publik yang dilakukan via Spaces Twitter pada 11 Maret 2023 kemarin.

Atep Kurnia, penulis buku "Maen Bal: Sejarah Sepak Bola di Bandung 1900-1950," (Panti Baca Ceria, 2022) bahkan menyebut angka pasti: 18 Maret 1934. Hal tersebut didapatnya dari kliping koran Sunda Sipatahoenan yang terbit setelah tanggal 18 Maret 1934.



Atep menyebut, kelahiran Persib tersebut adalah sebagai fusi penggabungan dua klub sepak bola di Bandung masa itu, PSIB dan NVB (National Voetbal Bond).

Dalam Spaces yang juga dihadiri oleh Endan Suhendra (Wartawan Galamedia, penulis buku "Persib Juara"; 2014), Fery Widyatama (penulis buku "SIVB: Pasang Surut Sepak Bola Surabaya 1926-1942), dan juga Eko Maung, malah terungkap fakta yang menarik.

Bagaimana bisa Persib lahir tahun 1933 atau 1934, sementara ia tercatat sebagai salah satu dari 7 klub pendiri PSSI? Di mana PSSI itu dilahirkan 11 April 1930. 3 tahun sebelum Persib lahir di 14 Maret 1933 atau 18 Maret 1934.



Menurut Eko Maung lagi, seharusnya Persib itu lahir sebelum tahun 1930, di tahun 1920-an. Apakah itu tahun 1923 sesuai akta BIVB (Bandung Indonesisch Voetbal Bond) atau setelahnya.

Untuk jelasnya diskusi itu bisa disimak di dalam recording yang saya simpan di Youtube. Kenapa Youtube? Karena Spaces Twitter hanya bertahan 30 hari saja. Jadi pasti setelah 11 April 2024, recording Spaces di Twitter akan dihapus dari server secara permanen.

Berikut link youtube-nya. perhatikan: durasi video sekitar 2 jam. Audio only.

Ricky N. Sastramihardja

PERNYATAAN SIKAP ALIANSI PECINTA ALAM JAWA BARAT

Kami Aliansi Pecinta Alam Jawa Barat Menyatakan Sikap:

1. Mengecam segala bentuk pelanggaran kawasan hutan lindung di Jawa Barat dan Indonesia. 

2. Mengecam seluruh aktivitas pelanggaran yang mengakibatkan kerusakan di Kawasan Rancaupas dan sekitarnya

3. Mendesak Perhutani untuk melarang seluruh aktivitas offroad di hutan lindung di Jawa Barat 

4. Mendesak dan menuntut pertanggungjawaban panitia, pengelola, dan para pihak terkait kerusakan di Rancaupas, untuk segera melakukan rehabilitasi.

5. Mendesak Aparat Penegak Hukum melakukan Tindakan hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku. 

Demikian pernyataan sikap Aliansi Pencinta Alam Jawa Barat, dengan ini kami menuntut segera sikap resmi dari Perhutani terkait tuntutan di atas, dalam waktu 2x 24 jam.

Bandung, 9 Maret 2023

Aliansi Pencinta Alam Jawa Barat.




SELAMATKAN RANCA UPAS!


Leuweung Tengah Ranca Upas, Desember 2011.

Salah satu spot terbaik di kawasan yang kini rusak akibat salah kelola. Sulit membayangkan kondisinya per hari ini setelah beberapa hari lalu (5 Maret 2023) digilas oleh ratusan bahkan mungkin ribuan motor trail.

Hutan hening yang kaya unsur hara, yang selalu basah, lembab dan dingin ini adalah tempat belajar bagi siapapun yang ingin mewariskan lingkungan yang baik pada generasi mendatang.

Salah satu hutan dengan rawa-rawa yang langka di ketinggian > 1700 mdpl yang kaya keanekaragaman hayati. 

Setelah rusak ekosistemnya dan konon katanya akan direhabilitasi, tapi tampaknya akan makan waktu belasan hingga puluhan tahun untuk kembali ke kondisi alami seperti sebelum digilas kuda-kuda besi.

Masih ingat saat itu, saya sempat berdebat kecil dengan seorang senior yang keukeuh membawa motor trailnya ke dalam hutan. Ybs tidak menerima alasan saya melarangnya berkendara ke dalam hutan. Sama seperti saya yang tidak menerima alasannya untuk memasukan motornya ke area camp pendidikan.

Setelah belasan tahun, saya semakin yakin apa yang saya lakukan adalah tindakan yang benar. Karena pelanggaran besar kemarin yang berakibat kerusakan fatal, biasanya dimulai oleh pelanggaran kecil yang awalnya dianggap sepele.

Selamatkan Ranca Upas dan Kawasan Lindung di Jawa Barat.

Cagar Alam Harga Mati.

Ricky N. Sastramihardja

๐Ÿ’™๐Ÿ’›

๐Ÿ“ธ Wawan Wau

Minggu, Februari 05, 2023

GUNUNG PADANG ADALAH PIRAMIDA KUNO DARI PERADABAN YANG HILANG. AH MASA?


Wacana Gunung Padang adalah piramida tersembunyi kembali menarik perhatian netizen Indonesia. Salah satunya dipantik oleh tayangan "Ancient Apocalypse" yang tayang di Netflix, di mana seorang jurnalis bule, Graham Hancock, merilis tayangan-tayangan spekulasi tentang peradaban manusia yang hilang.

Bagi teman-teman yang baru saja menyimak wacana ini, jangan dulu terkagum-kagum, serta berharap banyak asumsi itu benar adanya. Karena wacana itu sebetulnya sudah lama sekali beredar di masyarakat. 

Saya pertama kali mendengar asumsi bila Gunung Padang=piramid, sejak awal 90-an di ruang diskusi terbatas. Kemudian di awal 2000-an, wacana tersebut kembali menggeliat di masyarakat yang baru saja melek internet. Terutama setelah Kaskus dan Facebook menjadi keseharian netizen.

Tidak hanya Gunung Padang di Cianjur yang menjadi 'tersangka'. Gunung Sadahurip, Garut dan Gunung Lalakon, Soreang juga sempat dituduh sebagai persembunyian piramid yang konon sudah ada sejak 25.000 tahun sebelum masehi.

Bayangkan, 25.000 tahun! Padahal peradaban Sumeria yang dianggap peradaban tertua saja, baru mulai 4000 tahun SM. Peradaban Sumeria memenuhi kriteria disebut peradaban karena  secara umum sebuah budaya harus mencapai beberapa keunggulan, terutama urbanisme yang meliputi kota, irigasi, dan tulisan. Dari kriteria itu, peradaban Bangsa Sumeria telah memenuhinya.

Nah balik lagi ke Gunung Padang (juga Sadahurip, dan Lalakon), apalah benar ada peradaban maju 25.000 tahun lalu di Tatar Sunda hingga bisa membangun sebuah piramida yang lebih tua dari Piramida Giza yang diperkirakan berumur 4.500 tahun lalu?

Piramida Giza sendiri konon dibangun oleh lebih dari 20.000 orang. Temuan arkelogis misalnya, menyebut banyak artefak dan ekofak di sekitar Giza sebagai bukti di situ pernah ada sekelompok besar manusia hidup dan tinggal di saat membangun piramida tertua tersebut.

Apakah ada arfefak dan ekofak ditemukan pula di sekitar Gunung Padang? Sejauh ini belum ada satu pun bukti yang berhasil diungkap ke publik untuk memperkuat asumsi dan interpretasi tersebut.

Spekulasi-spekulasi yang berkembang pun kemudian dimanfaatkan sekelompok orang untuk pemurtadan dan melecehkan agama Islam. Apalagi sekelompok orang yang bernaung di sebuah kelompok, sebut saja TS, yang dulu wara-wiri di Kaskus atau Facebook. Intinya, mereka mengagung-agungkan 'leluhur' Nusantara sebagai bangsa yang maju dan hebat dan menganggap kemunduran Nusantara adalah karena masuknya peradaban Islam.

Kelompok ini pula, yang sepengetahuan saya dari berbagai diskusi selama ini, menolak fakta sejarah Islamisasi Sunda yang masif di tahun 1500-an setelah Kerajaan Sunda Galuh/Pajajaran membubarkan diri. Di mana tidak bisa dipungkiri, suka atau tidak suka, kekuasaan Mataram di bawah kepemimpinan Sultan Agung, merupakan salah satu tolok ukur Islamisasi masyarakat Sunda. 

Padahal, semasa Pajajaran berdiri pun kerajaan bercorak Islam sudah hidup berdampingan, yakni Kerajaan Sumedang Larang.

Kembali menyoal asumsi Gunung Padang sebagai piramida, tentu saja tanpa harus menjadi skeptis, kita tunggu hasil penelitiannya dirilis ke publik. Walau memang tampaknya asumsi dan spekulasi yang berkembang pun sudah menjadi bola liar karena ada banyak pihak yang kemudian mengklaim asumsi itu sebagai kebenaran.

Kalau saya sih merasa aneh saja dengan motif 'karuhun' membangun piramida di Tatar Sunda. Ngapain? Rek naon? Di wilayah yang bergunung-gunung kok membangun piramida. Karena bila melihat di Mesir, Piramida terletak di wilayah dataran rendah, dataran yang cenderung rata sehingga kemunculan piramida boleh lah diinterpretasikan sebagai keinginan manusia pada saat itu untuk mendekati tuhan atau dewa-dewa dalam keyakinannya.

Di kita kan sudah banyak gunung? Ngapain bangun piramid? Yang ada dan menjadi fakta adalah 'karuhun' atau nenek moyang Sunda, membangun makam di puncak-puncak gunung alih-alih membangun piramida. Contohnya saja makam di Puncak Gunung Geulis, Jatinangor dan Gunung Manglayang. Lebih ralistis dan ekonomis.

Tetapi memang tidak dapat dipungkiri bila situs Gunung Padang adalah situs megalitikum di mana pada masa lalu dijadikan tempat ibadah karuhun Sunda. Di mana batu-batu yang terletak di sana besar kemungkinan dibawa dan diletakkan di sana untuk keperluan peribadatan, namun batu-batuan itu murni merupakan bebatuan hasil proses alamiah.

Ricky N. Sastramihardja

๐Ÿ“ท Slide dari diskusi di Museum Geologi 3 Februari 2012


Selasa, September 13, 2022

PAHITNYA SEJARAH KOPI HARUS BERGANTI


Deungkleung, dรฉngdรฉk

Buah kopi raranggeuyan

Ingkeun anu dรฉwรฉk, 

Ulah pati diheureuyan


Sejarah kopi di awal masuknya ke Tatar Sunda di jaman Cultuure Steelsel (tanam paksa) di tahun 1830-an meninggalkan duka sejarah yang mendalam.

Kopi Priangan, yang dikenal sebagai Java Coffee, laku keras di pasar dunia. Mengalahkan kopi Mokha dari Yaman. Keuntungan besar diraup Kerajaan Belanda, tapi kesengsaraan mendalam dialami masyarakat Priangan, terutama di wilayah Cianjur.

"Dari tanam paksa, Kerajaan Belanda bisa meraup untung hingga 832 juta gulden (setara dengan USD 75,5 miliar hari ini)," ujar sejarawan Peter Carey, seperti dirilis Merdeka.com 7 Juli 2022.

M. C. Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern menyebut  disebut keuntungan sistem tanam paksa menjadikan perekonomian dalam negeri Belanda kembali stabil: utang-utang luar negeri Belanda terlunasi, pajak-pajak diturunkan, kubu-kubu pertahanan dibangun, terusan-terusan diciptakan, dan jalan-jalan kereta api negara dibangun.

"Hal yang sebaliknya terjadi pada masyarakat Jawa yang diperas: penyakit dan kelaparan bertambah merajalela dan kaum miskin melonjak tinggi jumlahnya di desa-desa Jawa)," ungkapnya.

Jawa yang dimaksud Ricklefs adalah Priangan. Tatar Sunda. Di mana kemudian lahir gerakan Politik Balas Budi yang diinisiasi Douwes Dekker atau Multatuli.

Kini, semenjak 2008 masyarakat terutama di pegunungan di sekitar Bandung Raya, kembali menanam kopi. Umumnya masih jenis kopi Arabica Java Preanger, kopi yang ditanam nenek moyang dulu. 

Dari wilayah Layangsari (Manglayang - Palintang - Palasari, Bandung Timur) entah berapa ratus ton buah kopi basah (ceri)  yang bisa dikumpulkan pengepul dari  petani kopi di wilayah itu saja. 

Belum dari tempat lain di wilayah Bandung Selatan.

Semoga 'booming' kopi kembali terjadi seperti di abad ke-18 namun membuat petani dan siapapun yang berada di lingkaran industri kopi, makmur dan sejahtera.

Bila di abad ke-18 kopi bisa membuat kerajaan Belanda kaya raya, insya Alloh di abad ke-21 ini bisa membuat warga Tatar Sunda kaya raya.

Ricky N. Sastramihardja

Jumat, Agustus 26, 2022

DI BANDUNG ITU RESPECT IS EARNED NOT GIVEN....


Musim 2012. Persib dikalahkan Persiba di Stadion Siliwangi. Bobotoh memberikan standing ovation untuk kedua tim yang memang bermain bagus.

Pemain Persiba dan Persib keluar stadion dengan kepala tegak. Peter Butler, pelatih Persiba merasakan apresiasi dan atmosfir luar biasa.

Musim 2013, Persita Tangerang menjamu Persib di Stadion Siliwangi. Persita bermain buruk, persis seperti Bali Utd di GW 6 Liga 1 kemarin: Loba gogoleran.

Hasil imbang, Persita masih beruntung bisa keluar dengan utuh dari Stadion Siliwangi yang dipenuhi Bobotoh. 

Kim Jeffrey Kurniawan, bermain buruk saat Persib dilatih Dejan Antonic. Dibully di medsos, bahkan saat latihan.

Tapi saat Kim Jeffrey gagal membobol gawang Borneo FC di babak knock out Piala Presiden 2017, Bobotoh di stadion mendukung Kim. Membesarkan hatinya dan tetap mendukungnya. Tak ada bully-an atau cacian. 

Bila sepakbola itu ekspresi hati, maka mendukung tim kesayangan langsung di stadion adalah ekspresi paling jujur dari hati yang paling dalam.

Tanpa harus menjadi pembenaran atas kesalahan, marilah saling memahami dan tidak menghakimi. Percayalah, mendukung tim kesayangan di tribun stadion akan sangat berbeda dengan di depan TV. 

Babaledogan emang salah, nyundut flare juga salah berdasar regulasi. Tapi menghakimi mereka dengan jari di medsos malah mengundang pipaseaeun.

Kalau mau nyaram, cobalah langsung caram di stadion... langsung di depan pelakunya.

RESPECT IS EARNED NOT GIVEN....

๐Ÿ“ท Persita vs Persib, Stadion Siliwangi ISL 2013.