10.10.2020

AKSI DAMAI DINYINYIRI, APALAGI YANG RUSUH! #TOLAKOMNIBUSLAW


Tahukah kamu, UU CILAKA sekitar 1000 halaman itu setara dengan 2 rim kertas A4 setinggi ± 10 cm dengan berat ± 2,5 Kg?

Sudahkah kamu membacanya? Kalau sudah, daekan ih membaca #OmnibusLawSampah yang dibuat tanpa memperhatikan aspirasi & melibatkan partisipasi publik.

UU Cilaka dengan ratusan pasal itu adalah UU lintas sektoral yang hendak merangkum ratusan UU yang dianggap bermasalah. Mulai tenaga kerja, investasi, pendidikan, lingkungan, bahkan produk halal.

Alih-alih menyelesaikan masalah, justru berpotensi membuat masalah baru karena isinya bertentangan dengan UUD 1945. 

UU Sapu Jagat serupa ini, pernah dibuat di AS pada abad ke-18 untuk melegalisasi perbudakan di AS. UU ini dicabut pada tahun 1865 oleh Abraham Lincoln karena bermasalah.

UU Cilaka di Indonesia dibikin tergesa-gesa dan cacat prosedural dalam pengesahannya. Tidak jelas kajian akademisnya. Hanya menguntungkan segelintir penguasa dan pengusaha serta kroninya.

UU Cilaka ini juga masih memerlukan ratusan turunan peraturan pelaksana, yang justru membuat semakin tidak efisien. Apalagi penyusunan peraturan turunan ini, menurut pemerintah, juga akan dikebut dalam 3 bulan.

Jadi abaikan para Sahabat Halte dan Sahabat Itik yang mengalihkan fokus kita agar lupa substansi masalah. Biarkan kaum Dungu itu menyibukkan diri dengan terbakarnya halte dan kerusakan fasum.

Kita sesalkan aksi ini berakhir rusuh. Tetapi kita harus ingat, aksi 212 yang berjalan damai pun tetap dinyinyiri kaum Londo Ireng untuk mereduksi fakta dan kebenarannya.

Jadi apapun yang terjadi dalam aksi dari tanggal 5-8 Oktober 2020 dan aksi lanjutan, tetap akan dinyinyiri para Londo Ireng.

Kita dorong Si Ceking Tapi Rakus itu agar mencabut UU bermasalah sesegera mungkin sebelum korban berjatuhan. Tidak perlu judicial review ke MK karena kita tahu, MK juga sudah disusupi kepentingan mereka. Ingat RUU KPK atau BPJS yang walau sudah dimenangkan MK tetapi tetap dijalankan oleh Rezim Kodok Merah ini.

Apalagi UU CILAKA ini dibuat dengan menyalahi prosedur.

#TolakOmnibusLaw sampai ke akar-akarnya.

Selamatkan anak cucu kita dari perbudakan di balik UU yang tidak jelas isinya dan cacat prosedural.

Ini bukan tentang kita, tapi demi mereka, anak cucu kita agar jangan sampai menjadi budak di negeri sendiri.

10.08.2020

TOLAK OMNIBUS LAW, BANDUNG 'BERGOYANG' DI TENGAH PANDEMI!



Aksi menolak #OmnibusLawSampah tampaknya tidak mengusung jargon aksi damai. Dari pantauan di Twitter, dalam dua hari ini  (5-6/10/2020) aksi di banyak kota selalu berujung bentrok dengan aparat kepolisian

Pun di Bandung, yang dianggap sebagai salah satu patokan sebagai 'kota adem dan santuy'. Hingga ada seloroh bila Bandung sudah 'bergoyang' maka ini adalah tanda bila kondisi negara sedang tidak baik-baik saja.

Taman Dago Cikapayang Selasa kemarin (5/10/2020) dirusak massa yang marah. Gedung DPRD Jawa Barat memanen asap gas air mata. Pentungan polisi bergerak ke sana kemari, menyabet membabi-buta untuk membubarkan massa yang terdiri dari kaum Mahasiswa, pelajar, Buruh, dan banyak lagi.

Di linimasa media sosial  juga tak kurang garang. Penolak Omnibus Law sudah tidak segan lagi mengeluarkan makian yang sangat kasar sekalipun. Hal ini dikarenakan pihak pro pemerintah juga mengeluarkan konten yang menolak klaim para penolak.

Seperti biasa,  para buzzeRP pro pemerintah selalu menyebut HOAX pada klaim penolak anti kebijakan pemerintah. Pola yang sama yang dilakukan sejak 2013 semenjak kelompok Jasmev melakukan kampanye pemenangan Jokohok di Pilgub DKI.

Artis-artis yang di masa pemerintahan SBY begitu garang mengkritik pemerintah dengan lagu-lagunya, di jaman ini kerongkongannya seperti tersumpal kaos kaki basah. Sebut saja Slank atau Iwan Fals atau band-band underground beraliran kiri.

Tak ada lagu yang mereka nyanyikan untuk mengkritik pemerintah Jokowi. Akun media sosial mereka cenderung sepi.

Beberapa tokoh masih tampak berusaha menjilat. Hingga menurut kang Rihan Handaulah mah "Inilah karamah pak jokowi, semua orang selalu berhusnuzhan ke beliau. Tidak ada habisnya voucher kekaguman org2 padanya yg dimilikinya. Luar biasa," tulisnya mengomentari twit Haidar Bagir yang terus memuji dan enggan menyalahkan Jokowi.



Selain bentrok massa dengan petugas keamanan, di beberapa tempat aksi juga dilakukan dengan  menutup jalan nasional. Akibatnya sudah dapat dipastikan bila jalur transportasi terganggu, dan hal ini bisa mengganggu proses distribusi ke pabrik-pabrik.

Aksi yang serentak ini seolah tidak mempedulikan wabah yang sedang terjadi. Karena para pengunjuk rasa anti Omnibus Law tahu, wabah akan berhenti suatu hari nanti. Tetapi Omnibus Law akan semakin merajalela usai wabah. Omnibus Law akan merampas hak dan kemerdekaan manusia Indonesia.

Tidak hanya ancaman perbudakan yang akan mengancam anak cucu. Tetapi lingkungan dan alam sekitar pun akan terampas hak hidupnya oleh kekuasaan dan oligarki yang rakus. Untuk mempercepat investasi, Omnibus Law menghilangkan amdal. Tanah yang subur untuk lahan pertanian bisa dikonversi menjadi lahan industri. Hutan dan gunung dan isi boleh dieksploitasi sesuka hati, terutama oleh pengusaha tambang dan sawit.

Maka menjadi wajar bila aksi dua hari ini dan entah beberapa hari ke depan, diwarnai kekerasan dan bentrok massa. Meminjam komentar Mas Billy Sabil Zaidanezaro, hal ini menjadi logis karena sudah 7 bulan manusia Indonesia didera tekanan berat akibat pandemi.

"Logis dong kalo serentak. Dari Maret orang udah nahan perut laper,nunggak cicilan,susah mikir sehat, dan 7 bulan masih nothing. Ini bicara ttg momentum. Tetap berjuang!", cuit Billy.

Lalu apa yang bisa kita bantu di linimasa media sosial kita? Dukung mereka yang menolak omnibus law. Berpihaklah. Ini bukan tentang kita hari ini. Tapi tentang mereka, anak-anak kita yang terancam menjadi budak. 

Gunakan bahasa yang santun dan tidak provokatif, karena polisi mengintai pergerakan media sosial dengan perangkat UU ITE. 

Bagi yang mau mengikuti aksi, selalu terkoneksi dengan simpul-simpul massa. Jangan sendirian, usahakan berkelompok minimal ber-3. Terapkan protokol kesehatan. Bawa masker dan pelapisnya, hand sanitizer, air minum dan makanan secukupnya.

Bila perlu siapkan larutan magasida, sarung tangan tebal dan kacamata renang/google. Kita akan berhadapan dengan gas air mata yang dibeli dengan memakai uang pajak yang kita bayarkan pada negara.

Dan buruh bukanlah kata yang hina, karena kita semua umumnya buruh. Siapa saja yang menerima upah dari orang lain, baik itu di pabrik, di toko, di kantoran, di rumah sakit, di ruang kelas, di meja gambar, di balik komputer, di ruang ber-AC, di balik jas dan dasi, adalah buruh.


Bandung, 6 Oktober 2020

#TolakOmnibusLaw #OmnibusLawSampah #MosiTidakPercaya

Have ears but don't listen

have eyes but don't see

Got no faith in the government

That's why we need each other

hey Laughin' to keep from cryin'

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata: LAWAN! 

- Wiji Thukul-

#MahasiswaBergerak
#BuruhBergerak

#JokowiBiangOmnibusLaw

#TolakOmnibusLaw 

#OmnibusLawSampah