4.20.2016

BOBOTOH GENERASI 2.0



Persib Bandung membuka lembaran pertama tahun 2015 ini dengan meraih Piala Wali Kota Padang usai mengalahkan Persiba Balikpapan dengan skor 0-2. Alhamdulilah, suatu pencapaian yang menyenangkan, mengingat para Bobotoh masih dilanda euforia demam juara kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 yang seolah tak berhenti. Padahal sudah dua bulan lamanya semenjak Piala ISL 2014 dibawa pulang ke Bandung dari Palembang.

Hasil yang sangat pantas disyukuri walau mungkin Piala Walikota Padang ini ‘hanya’ turnamen biasa di luar kalender PSSI/AFC/FIFA. Setidaknya, hal ini menunjukk, persiapan Persib untuk menghadapi pertandingan panjang dan berat di ISL 2015 serta di Liga Champion Asia (LCA) mendatang sudah menunjukkan adanya kerangka tim yang baik. Untuk itu wajib kita ucapkan selamat pada Persib Bandung yang kita cintai ini, karena ada dua piala yang dibawa pulang dalam waktu yang berdekatan.

Di luar urusan sepakbola, ada hal yang menarik dari perhelatan Piala Wali Kota Padang ini. Hal yang sangat mencolok adalah dengan tidak adanya satupun pertandingan Persib maupun tim-tim lain, yang ditayangkan oleh televisi. Padahal keikutsertaan Persib dalam turnamen ini seharusnya menarik minat lembaga penyiaran swasta untuk menyiarkannya ke seluruh pelosok negeri. Entah apa yang menjadi penyebabnya. Apakah memang dianggap tidak menarik minat sponsor, terlalu tinggi biayanya, atau ada sebab lainnya.

Untung saja kita sekarang hidup di jaman kemudahan teknologi informasi. Jaman di mana internet menjadi rujukan utama untuk mengais berbagi macam informasi, termasuk hasil pertandingan sepak bola. Sehingga, para Bobotoh dengan sekejap dapat mengetahui hasil pertandingan melalui internet, terutama dari jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Para Bobotoh dewasa ini adalah Bobotoh generasi 2.0 yang mereguk informasi dari samudera Internet yang luas dan seolah tak bertepi. Bobotoh yang tidak lagi menunggu dan berebut koran pagi di keesokan hari, hanya untuk sekedar mengetahui hasil pertandingan Persib.

Sayangnya, informasi penting seperti itu tidak bisa kita dapat langsung dari pihak Persib sendiri. Para Bobotoh mendapatkan informasi tersebut dari pihak Bobotoh yang berada di Stadion H. Agus Salim Padang, atau lembaga penyiaran lain yang bukan lembaga resmi penyiaran yang dikelola oleh PT. Persib Bandung Bermartabat (PT. PBB)

Berkaca misalnya pada tim-tim di Liga Inggris, di mana pada setiap pertandingan resmi atau tidak resmi, latihan atau bahkan sekedar mengucapkan selamat ulang tahun pada pemain, mereka menggunakan Twitter untuk mendistribusikan informasi yang harus diketahui para supporter dan fans di seluruh dunia. Pada setiap pertandingan resmi, para fans di Indonesia bisa mengetahui jalannya pertandingan berikut hasilnya dari live tweet yang disiarkan oleh lembaga penyiaran klub yang bersangkutan. Sehingga walaupun para fans tidak menonton pertandingan yang hanya disiarkan melalui TV Kabel/siaran berbayar (Pay TV), streaming, atau dari siaran free-to-air yang di-relay tv swasta, tapi dapat mengikutinya melalui layar ponsel atau laptopnya.

Begitu juga dengan keberadaan situs resmi klub. Bila kita berkunjung ke situs resmi tim-tim yang pernah berlaga dengan Persib seperti Ajax Amsterdam (Belanda), D.C United (USA) atau Central Coast Marines/CCM (Australia), web site resmi mereka ini sangat aktif mengelola informasi yang harus diketahui para supporter mereka. Mulai dari harga tiket hingga jadwal latihan, bahkan ulasan dan kesan tentang pertandingan pun ditayangkan di web site mereka. Bahkan hampir semua klub yang saya sebut di atas memiliki Youtube channel tersendiri, lengkap dengan liputan pertandingan yang digarap secara profesional. Sehingga kita bisa menyaksikan, misalnya, bagaimana gol jarak jauh lebih dari setengah lapang yang diciptakan Mbida Messi pada pertandingan melawan CCM di tahun 2012.

Klub sekelas Persib memang sudah seharusnya memiliki lembaga penyiaran sendiri yang dikelola dengan lebih baik. Dengan demikian, para Bobotoh dapat dengan mudah menerima informasi. Persib tidak lagi tergantung pada televisi swasta atau media massa untuk menyiarkan informasi pada publik bobotoh. Cukup dengan memainkan jari-jemari di atas ponsel, lalu menyebarkannya via akun twitter resmi Persib, fanspage resmi Persib di Faceboook yang di-like hampir 6 juta bobotoh, atau melalui web site official Persib secara real time.

Ricky N. Sastramihardja
Pemimpin Redaksi Suara Bobotoh

pernah dimuat di suarabobotoh.com
08-01-2015

No comments: