12.15.2017

Amazfit BIP: User Review

Cukup lama juga bisa mendapatkan satu unit mainan baru ini. Itupun setelah berwaktu-waktu membandingkan antara Pace dengan BIP berdasarkan user review di Youtube dan situs lainnya.

Tentu ada beberapa alasan menggaet BIP dibanding PACE yang sebetulnya diincar lebih dulu. Salahsatunya adalah karena BIP yang sebelumnya hanya berbahasa Cina, kini resmi dirilis dalam bahasa Inggris di November 2017.

Lainnya: BIP menggandeng IP68 sedang PACE IP67. Chip GPS pada BIP pun lebih baru dan lebih baik dibanding PACE.

Tentu mesin, konstruksi dan kosmetika pada PACE jauh lebih baik dibanding BIP. Resolusi display-nya yang jauh lebih baik, juga bentuknya yang bulat dengan diameter besar. Tetapi dengan berbagai pertimbangan saya pilih BIP mengingat fungsi dasarnya yang sama: activity/sport tracker.

Perbedaan harga juga jadi pertimbangan. Tetapi hanya sekitar 10% dari alasan keseluruhan mengapa akhirnya pilih BIP. Saat memutuskan membeli BIP, harganya sekitar Rp. 1.020.000 (termasuk screen protector dan extra strap). Sedangkan PACE Rp. 1.620.000 di lapak Best Memory Tokopedia.

(Saat review ini selesai ditulis iseng saya nengok Blibli.com, PACE dijual dengan harga Rp. 1.287.000 😞)

Alasan lain yang kuat yang akhirnya tidak pilih PACE adalah fiturnya yang tidak saya perlukan: Alipay, WIFI, running tutorial, beragam olahraga yang tidak saya lakukan dan music player.


1. Kesan Pertama

Bertahun memakai jam bulat dengan diameter minimal 4 sampai 5,5 cm membuat saya merasa 'canggung‘ saat memakai BIP. Bentuknya yang kotak persegi panjang, displaynya yang digital dan berwarna terasa seperti memakai jam mainan.

Bobotnya juga terasa ringan dengan strap yang seolah lebih pendek dibanding jam yang biasa saya pakai. Bila terbiasa memakai jam dengan bezel dan rantai logam, memakai BIP serasa memakai karet gelang. It feel weird.

Padahal bila dibandingkan secara visual dengan jam tangan lama saya, ukuran BIP yang kotak persegi panjang tidak jauh beda saat dikenakan.

Tetapi perasaan itu memudar saat masuk ke fitur utamanya yang membuat saya membongkar celengan: activity tracker.

Dengan GPS di pergelangan tangan yang mampu merekam dan menginformasikan jarak, kecepatan lari, durasi, peta, detak,jantung, dan elevasi, perasaan 'canggung' itu tersisih.



2. Batere

Ada banyak catatan untuk daya tahan batere. Saat pertama,kali menghidupkan BIP, batere tersimpan dari pabriknya sekitar 46%. Saya charge melalui USB dari PC Desktop sampai penuh 100%.

Tetapi setelah seminggu batere tersisa hanya 26%. Artinya selama seminggu habis 74%. Perkiraan dengan cara penggunaan saya, batere akan habis dalam 10-12 hari.

Jauh dari klaimnya bertahan 45 hari. Padahal saya kerap menonaktifkan notifikasi ponsel. Juga dipakai berolahraga dengan GPS menyala hanya sekitar 2 jam per sessi selama 3 hari.

Dari kondisi 24% saya lalu menchargenya lagi dengan menggunakan charger 0,5-1 A dengan arus 100mAH. Diperlukan lebih kurang 2 jam untuk mengisinya hingga penuh.

Dalam panduan, BIP menyarankan menggunakan charger berlekuatan arus tak lebih 500mAh dan input maksimal 1 A. Dari beberapa reviewer, mereka menyarankan menggunakan power bank untuk mencharge BIP. Tentu agar batere BIP tidak cepat rusak karena dicharge dengan arus yang lebih besar dari yang disarankan.

Tetapi untuk urusan batere ini masih harus saya uji lagi kekuatan dan daya tahannya.

Namun yang jelas, konektivitas BIP dengan ponsel, membuat ponsel saya lebih sering di-charge karena bluetooth & GPSnya aktif. Saya memakai ponsel Asus Zenfone 2 Laser 550KL yang berumur kurang lebih 2 tahun.



3. Aplikasi Mi Fit

Untuk aplikasi yang terinstal di ponsel saya adalah versi 3.1.6 per 15 Desember 2017 dengan Algoritma versi 1.1.09. Tidak ada kesulitan saat menginstall aplikasi, juga saat pairing dengan BIP.

Mi Fit yang juga aplikasi untuk smartwatch/sport band Xiaomi lainnya cukup informatif. Sebuah video di Youtube bisa menjadi referensi bagi calon pemakai BIP.

Namun sayang, aplikasi ini tidak bisa dipakai untuk memerintahkan BIP mengukur detak jantung.

Mengenai Mi Fit, akan saya review terpisah. Kalau ingat dan tidak 'hoream' (malas).



4. Watch Face

Tidak terlalu banyak watch face untuk BIP yang terinstall di device atau di aplikasi. Juga tidak semuanya keren menurut saya.

BIP hanya mampu menampung 1 tambahan watch face yang kita install dari aplikasi. Bila kita menggantinya dengan watch face lain dari aplikasi, maka akan menimpa dan menghapus watchface sebelumnya.

Watch face default di device tetap aman karena tersimpan di ROM.
Secara umum saya hanya menyukai beberapa watch face dengan tipografi dan warna tegas untuk memudahkan mengakses informasi yang dibutuhkan.

Watch face jam jarum/analog menjadi yang saya hindarkan. Karena resolusi BIP yang rendah membuatnya kurang sip dilihat (tidak mirip jam analog). Juga karena saya terbiasa memakai jam jarum dengan dial bezel yang bulat. Bentuk BIP yang kotak mungil membuat saya kurang nyaman dengan tampilan jam jarum.



5. Activity Tracker

Dalam empat percobaan hingga ulasan ini ditulis, saya 1 x mencoba fitur Cycling (bersepeda) dan Running (lari).

Untuk cycling pun saya berlaku curang, karena sebetulnya saya memakai sepeda motor karena tidak punya sepeda.

Perjalanan 5,46 km bermotor terekam dengan baik di device maupun di aplikasi. Tidak ada masalah.

Masalah justru terjadi saat saya running. Pada percobaan pertama, saya mencoba berlari sejauh 15 km.

Setelah 13,52 km tiba-tiba entah kenapa tracker mati dan BIP berubah ke tampilan jam. Padahal saat itu saya sedang berhenti beberapa menit untuk minum dan istirahat.

Tracking kembali dilanjut menjadi 2 sessi. Sessi berikutnya sepanjang 1,5 km hanya saya tracking 1 km.

Peta rute yang seharusnya terekam di BIP pun tidak ada. Tetapi data dan informasi lain ada.

Rute yang sudah ditempuh walau hilang di device, tetap terekam di aplikasi dengan utuh.



Begitu juga pada percobaan ke dua. Saya mencobanya dengan mengajaknya berlari 10K. Lagi-lagi setelah selesai diketahui tidak terekam di device. Namun di aplikasi ada.

Pada percobaan ke tiga baru rute bisa terekam utuh seperti video yang saya sajikan. Tracking juga tidak mati seperti saat percobaan lari pertama.

Asumsi mengapa rute tidak tercitrakan di device mungkin saat acquiring belum selesai saya sudah lari. Enggak sabar.

Juga bisa jadi karena karena saya set auto pause saat berhenti. Hingga saat saya istirahat lebih lama, BIP mengira saya menghentikan 'pelarian'.

Pada saat running ke tiga saya sudah me-nonaktifkan auto pause juga notifikasi aplikasi ponsel/Whatsapp.

6. Acquiring GPS

Sesaat setelah menekan tombol aktivitas Outdoor Running, GPS akan melakukan acquiring dengan satelit-satelit yang melintas di atas kita.

Terkadang BIP melakukan dengan cepat < dari 1 menit. Terkadang lama > 3 menit. Padahal posisi berada di luar ruangan serta BIP terkoneksi dengan ponsel.

Acquiring ini pasti menyedot batere juga mengesalkan bila kita memakai tracking ini saat ikut lomba lari. Jadi bila mau memakai saat lomba, sebelum start harus lebih awal acquiring, dan begitu start tinggal tekan tombol start di BIP.

7. Akurasi GPS

Sepertinya akurasi GPS pada BIP layak diacungi jempol. Karena ia mengkoreksi jarak rute yang biasa saya lalui saat running.

Dengan app Endomondo, saya kege-eran karena bisa mendapat pace 6'30 untuk jarak 15 km.

Ternyata setelah pakai BIP, jaraknya cuma 10, 75 km dan pace 9'30... :(

8. Unpair

Iseng saya mencoba unpair BIP dengan ponsel melalui aplikasi Mi Fit. Hasilnya membuat bete. Semua data aktivitas berlari saya hilang tak berbekas dari BIP. Untung sebelumnya sudah saya buat video.

Pesan moral: Iseng tidak selalu baik bagi kesehatan walau jadi pengetahuan.



9. Gadgetbridge

Lupakan Gadgetbridge. Saya menginstall aplikasi ini melalui F Droid. Tadinya agar bisa menginstall watch face keren lain yang bertebaran di internet.

Tapi karena tidak mengerti cara mengekstrak watch face yang sudah didownload ke aplikasi dan mentransfernya ke BIP, saya hapus saja Gadgetbridgenya. Sekalian F Droidnya. Karena isinya dan fungsinya sama saja dengan Mi Fit. Bahkan Mi Fit lebih baik.

10. Kesimpulan


Puas banget memakai BIP -di luar tampilannya yang kotak dan seperti mungil (padahal enggak)

Untuk sport tracker sejutaan, tentu belum seimbang lah kalau dibandingkan dengan Suunto, Samsumg, Garmin, atau Apple Watch (semuanya belum pernah saya pakai. Apalagi saya beli. Mahal Bo!)

Tetapi bagi penggemar olah raga lari pemula seperti saya, BIP banyak membantu. Terutama memotivasi untuk meningkatkan kualitas lari. Juga kualitas tidur.

Sepakat dengan pereview di Youtube, BIP cocok disebut Sport/Activity tracker dengan fitur smartwatch. Bukan smartwatch dengan fitur Sport/Activity tracker.

Jelasnya setelah nebok tabungan buat sekolah anak, puas banget dengan BIP.

Tentu saya masih harus menabung lebih keras agar suatu saat bisa membeli Pace 2 yang rumornya akan segera beredar. Spek-nya lebih dahsyat dari Pace 1 karena waterproof 5 ATM. Yah nunggu murah dulu lah dan diimpor resmi Xiaomi.

Bandung, 15 Desember 2017

Link pembelian: Best Memory Tokopedia

Link Youtube Review: Smart Watch Ticks 

9 comments:

Ivonne Kristina said...

Gan nanya dong apa emang bluetooth di bip kudu nyala terus ya? Cara matiinnya gmn sih?

Ricky N. Sastramihardja said...

Mbak Ivonne: nyala terus Mbak. Enggak bisa di on - off kecuali hapenya

puspita dyah said...

Om, mau tanya. Utk yg activity outdoornya, apa harus ttp koneksi k hapeny utk penyimpanan datanya? Klo ga perlu kan jd tinggal pake jam aja buat lari gitu,,, ga prlu bawa2 hape lagi 😅

hadi kesuma said...

Jarak maksimal Bluetooth nya brp jauh ?

Unknown said...

gan nanya dong cara supaya notif seperti wa line dll terlihat di amazfit kita gmn ya?

Unknown said...

gan nanya dong cara supaya notif seperti wa line dll terlihat di amazfit kita gmn ya?

Unknown said...

Gan nanya sonk, untuk menghidupkan lg amazfit bip yg sudah di turn off bagaimana ya? Terimakasih

Anonymous said...

Pencet tombol nya agak lamaan deh

Anonymous said...

bg tanya, klo misal ada 2 notif wa dari pengirim yg berbeda, apa isi pesannya bisa terlihat semua apa nggak? makasii